Tantangan Terjal Pendidikan Indonesia Pada 20145

0
480

Menuju Dirgahayu ke 100 tahun, Indonesia akan menghadapi tantangan besar di sejumlah sektor. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosio-demografi maupun tata pemerintahan. Tantangan itu akan dialami para akademisi dan perguruan tinggi.

Akan tetapi, bila bisa mengatasinya, maka kendala itu menjadi peluang besar bagi Indonesia dan akan membuat bangsa ini menjadi negara besar.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyambut permintaan Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir, untuk mengkaji sejumlah kebijakan.

Baik kebijakan pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan tinggi. Tantangan itu dituangkan dalam dua buku, yakni “Buku Putih Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia 2045” dan “Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia”.

Kedua buku tersebut diluncurkan pada Jumat (12/5) dan diserahkan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenistekdikti) di Jakarta.

“Kami berharap rekomendasi yang kami berikan dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan bagi pengembangan sains, teknologi, dan pendidikan Indonesia agar Indonesia semakin maju,” ujar Ketua AIPI, Sangkot Marzuki.

Sangkot Marzuki menyebutkan, buku Putih Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia 2045 adalah masukan kepada pemerintah untuk mendukung penyusunan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2015-2019 dan periode selanjutnya sampai 2045.

Buku itu diharapkan dapat memberikan arahan jangka panjang bagi penyusunan RIRN selama 3 dekade ke depan, yang selalu akan dievaluasi dan disempurnakan, sesuai dengan tuntutan perubahan zaman serta tantangan yang dihadapi Indonesia.

Buku tersebut disusun oleh tim penyusun terdiri dari Chairil Abdini dan Sofian Effendi. Berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk di bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan, juga dibahas.

Salah satu tim penyusun, Chairil Effendi menjelaskan tahun 2045, Indonesia menghadapi tantangan terjal. “Tahun 2045, jalan bagi Indonesia semakin terjal menuju. Science dan teknologi harus menjadi tonggak utama. Bagaimana tingkat kesiapan Indonesia agar tak berada di bawah,” tegas Chairil.

Buku putih ini menjadi rekomendasi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan lulusan. AIPI juga mendorong minat baca dan kemampuan berbahasa asing generasi muda Indonesia untuk terus ditingkatkan sebagai jembatan di dunia internasional. (cr1/JPG)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here